Tentang Keuskupan

Keuskupan Agung Samarinda mencakup wilayah geografis Kalimantan Timur bagian Selatan yakni Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Pasir dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

  • Didirikan sebagai Vikariat Apostolik Samarinda pada 21 Februari 1955
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Samarinda pada 3 Januari 1961
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Samarinda pada 29 Januari 2003

Vikaris Apostolik Samarinda

  • Jacques Henri Romeijn, M.S.F. (10 Juli 1955–3 Januari 1961)

Uskup Samarinda

  • Jacques Henri Romeijn, M.S.F. (3 Januari 1961–11 Februari 1975, mengundurkan diri)
    • Sede vacante (11 Februari 1975–30 November 1987)
  • Michael C Cornelis Coomans, M.S.F. (30 November 1987–6 Mei 1992, wafat)
    • Sede vacante (6 Mei 1992–5 April 1993)
  • Florentinus Sului Hajang Hau, M.S.F. (5 April 1993–29 Januari 2003)

Uskup Agung Samarinda

  • Florentinus Sului Hajang Hau, M.S.F. (29 Januari 2003–18 Juli 2013, wafat)
    • Sede vacante (18 Juli 2013–16 Februari 2015) diisi oleh Yohanes Ola Keda sebagai administrator diosesan
  • Yustinus Harjosusanto, M.S.F. (16 Februari 2015–sekarang)

Makna Lambang

Moto : “Fiat Voluntas Tua” (Matius 6:10)
(Terjadilah Kehendak-Mu).

Perisai

Tuhan yang menjadi dasar dan perisai hidup manusia

Saung

Penutup atau pelindung kepala orang Kalimantan, yang berfungsi sebagai pelindung ketika bekerja di ladang, menyimbolkan perlindungan Allah dalam hidup dan kegiatan sehari-hari.

Burung Merpati

Di atas saung, terdapat burung merpati yang melambangkan Roh Kudus yang selalu menyertai.

Mandau dan Tombak

Menyimbolkan kesatria yang membela kebenaran, menegakkan keadilan, membela tanah air, juga melambangkan keberanian untuk memerangikejahatan. Simbol-simbol yang diambil dari daerah setempat juga memberi pesan untuk bersama-sama membangun Gereja yang hidup dan mengakar pada Kristus, dasar hidup Gereja, dan budaya lokal tempat umat Allah berada dan hidup.

Pohon Sagu

Jenis pohon yang menjadi sumber kehidupan manusia. Salah satu ciri khas pohon yakni menghidupi dengan memberikan dirinya. Allah mencintai manusia dan menyelamatkan dengan memberi diri dalam Yesus Kristus.

Tongkat

Melambangkan tugas kegembalaan uskup bagi kawanan yang dipercayakan kepadanya.

Gunung, Air, Ombak, dan Dayung

Konteks kehidupan yang menjadi medan dan sarana awal kehidupan di daerah ini.

Kuria Keuskupan Agung Samarinda

Uskup AgungMgr. Yustinus Harjosusanto, M.S.F.
Vikaris JenderalR.D. Moses Komela Avan
Sekretaris R.D. Wilfriadus samdrigiawijaya
EkonomR.P. Kasmir, M.S.F.