Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Paulus Long Bentuk Solider di Tengah Pandemi Covid 19

Dalam rangka memperingati dan merayakan satu tahun terbentuknya organisasi WKRI di Paroki St. Paulus Long Bentuk dan 96 tahun usia WKRI di Indonesia, para ibu yang tergabung dalam organisasi WKRI di paroki St. Paulus Long Bentuk merayakan dan mensyukurinya dalam bentuk yang sederhana di tengah pandemi covid 19. Pada tanggal 26 Juni 2020 yang lalu, para ibu WKRI mensyukuri dan merayakan ulang tahun organisasi mereka dengan cara bersolider dengan sesama yang terdampak akibat pandemi covid 19, khususnya dengan sesama yang sudah usia lanjut atau jompo.

Kegiatan ini disadari oleh para ibu WKRI sebagai cara perayaan yang cocok dan sesuai di tengah situasi yang melanda dunia dengan virus corona saat ini. Para ibu mencoba merefleksikan kehadiran WKRI di paroki St. Paulus Long Bentuk dalam semangat dan kesadaran 100 % Katolik dan 100% Indonesia. Oleh karena itu, dalam aksi sosial solidaritas yang mereka lakukan, mereka merangkul dan bersolider dengan mereka yang usia lanjut tanpa dibatasi sekat agama maupun suku. Para ibu WKRI paroki St. Paulus Long Bentuk membagikan beberapa barang sembako yang kiranya dibutuhkan oleh para jompo yang tinggal di desa Long Bentuk.

Para ibu WKRI bergandengan tangan untuk berbagi dan menyumbang dari kekurangan mereka dalam mengumpulkan dana yang dibutuhkan dan juga mendapat dukungan dari pastor paroki, Pastor Heri Kiswanto Sitohang, SVD. Terdapat 12 kepala keluarga (KK) jompo dari semua agama yang ada di desa Long Bentuk mendapatkan dan merasakan kasih dan perhatian dari para ibu WKRI paroki St. Paulus Long Bentuk.
Puncak perayaan syukur ulang tahun organisasi WKRI paroki St. Paulus Long Bentuk dirayakan dengan perayaan ekaristi. Dalam perayaan ekaristi kudus, para ibu WKRI mengambil bagian dalam tugas liturgi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dalam kotbahnya, pastor Heri Kiswanto Sitohang, SVD mengajak dan menekankan peran dan keterlibatan kaum ibu dalam karya keselamatan Allah di tengah kehidupan keluarga, menggereja dan bermasyarakat. Sebagaimana dalam Kitab Suci, Allah juga melibatkan perempuan-perempuan hebat dalam karya keselamatan-Nya. Dan salah satu tokoh perempuan yang sangat familiar dan dikenal dengan baik oleh semua orang katolik adalah Bunda Maria. Semangat dan spiritualitas mau mendengarkan, melaksanakan serta taat kepada Tuhan kiranya juga menjadi semangat dan spiritualitas hidup para ibu WKRI paroki St. Paulus Long Bentuk, tegas pastor paroki.

Pada bagiaan akhir perayaan ekaristi ketika memberi sambutan singkat, ketua WKRI paroki St. Paulus Long Bentuk, ibu Yosefa Sundan mengajak dan menyemangati rekan-rekannya kaum ibu dengan berpesan dan berharap agar para ibu WKRI bisa memberi kebahagiaan bagi sesama di tengah-tengah keluarga dan masyarakat. “Kita belum bisa dikatakan berhasil atau sukses kalau kehadiran kita belum bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain”, kata ibu Sunda. Tentu ajakan ini didasarkan pada contoh yang sudah diberikan oleh Sang Guru, Yesus Kristus Tuhan kita, yang telah menghadirkan dan menyerahkan diri-Nya demi kebahagiaan dan keselamatan bagi semua orang. Setelah perayaan ekaristi, para ibu menutup seluruh rangkaian acara hari ulang tahun WKRI dengan memotong tumpeng dan ramah tamah sederhana. Hiduplah Allah Tritunggal dalam hati para ibu WKRI dan hati semua orang.