Jambore Sekami Kasri 2019: Tari Kreasi dan Tutur Kitab Suci

Tari Kreasi dan Tutur Kitab suci yang menjadi kegiatan utama ketika berlangsungnya Jambore Sekami Kasri. Kegiatan Tari Kreasi dan Tutur Kitab suci berlangsung selama dua hari, 26 – 27 Juni 2019, dengan pertimbangan jumlah peserta dua puluh empat. Kedua puluh empat peserta itu itu dibina dan dipilih dari paroki masing-masing.

Berlangsungnya, Tari Kreasi dan Tutur Kitab suci pada pukul 17.00-22.00 wita menampilkan sembilan peserta. Pada hari kedua dilanjutkan pada pukul 18.00-22.00 wita, Ketika membawakan Tari Kreasi dan Tutur Kitab suci, para peserta langsung dari perwakilan setiap paroki.
Tari Kreasi terlebih dahulu, setelah itu dilanjutkan perwakilan Tutur Kitab suci. Yang membuat menarik sebelum perwakilan menampilkan Tari Kreasi dan Tutur Kitab suci selalu ada selingan yang dibawakan oleh para animator dan para peserta sendiri.

Perwakilan peserta Tutur Kitab suci dengan nama panggilan Carlo, mengatakan “jujur persiapan saya kurang maksimal saat mengikuti Bertutur Kitab Suci. Ambisi saya bukanlah juara. Melainkan pengalaman yang melatih untuk berbicara di depan umum. Dan yang utama ialah agar saya semakin mencitai Kitab Suci. Selalu menyempatkan diri untuk membaca, dengan membaca saya bisa berbicara dan berjumpa dengan Tuhan” jelas Carlo.

Sedangkan, perwakilan peserta dari Tari Kreasi Maxianus Theo perwakilan peserta dari paroki Santo Markus Melak menyampaikan “setiap perwakilan mempunyai kekhasan berdasarkan adat istiadat masing. Saya sangat bersyukur bisa mempromosikan budaya kami (Tunjung) melalui tarian. Serta bersyukur juga bisa melihat dan mengetahui kekayaan seni tari yang dimiliki dari setiap parok”. Kalau mengenai perasaan, kami semuanya sangat senang dan bersyukur, Puji Tuhan.

Dan tak lupa berkaitan dengan Tari Kreasi dan Tutur Kitab suci, yaitu para pandamping dan pelatih. Yang selalu mendampingi dan melatih dengan sabar dan setia untuk melatih dan mendampingi para perwakilan. Sehingga para perwakilan Tari Kreasi dan Tutur Kitab suci mampu menampilkan di atas panggung dengan menguasai tampilan dan menghibur teman-teman yang menyaksikan. Serta tak terlupakan ialah para Pastor paroki. Yang juga mendukung dengan cara mereka masing-masing. Besar harapan dengan diadakan Tari Kreasi dan Tutur Kitab suci. Di setiap paroki ada kelompok penari yang membawakan tarian perarakan dan para pembawa tutur kitab suci yang bisa menjiwai teks yang dibawakan.

Leave a Reply