RD.Sam : Tidak Lagi Hanya Sebagai Tamu Tetapi Juga Menyatu Sebagai Penduduk Lokal

Ungkapan tersebut disampaikan oleh RD. Tadeus Sam Anyeq selaku Pastor Vikep Sendawar dalam wawancaranya bersama tim Komsos Kasri, saat berlangsungnya upacara adat penerimaan para peserta Jambore Sekami Kasri, Katolik Center Sendawar, Selasa (25/06/2019)

Tunjung dan Benuaq.
itulah suku Dayak lokal yang mendiami wilayah ini. Kutai Barat memang sangat memegang erat akan tradisi dan budaya, banyak ritual yang masih dilestarikan warga sekitar, salah satunya upacara adat penyambutan tamu. Terlihat ditengah para peserta yang hadir, sosok pemangku adat lengkap dengan alat-alat ritual. Pemangku adat mengucapkan kalimat dengan bahasa Dayak Benuaq diikuti dengan gerak tubuh tanda dilakukannya prosesi secara adat.

“Prosesi penerimaan yang berlangsung bisa diartikan menerima anak-anak dari berbagai daerah sebagai penduduk lokal dalam konteks logika adat, singkat kata, mereka seperti di rumah sendiri” ungkap Pastor Sam.

Dalam upacara adat diperagakan oleh pemangku adat beberapa ritual dan gerakan simbolik kepada perwakilan peserta dari bawah kaki sampai ke atas kepala, ini bisa diartikan sebagai pembersihan diri atau tanda disucikannya dari hal-hal yang kurang baik.

Kemudian gerakan menggigit parang oleh peserta, parang yang terbuat dari besi keras secara simbolik bisa diartikan sebagai tekad yang keras. Sehingga tujuan dan makna dari acara yang mereka ikuti ini bisa tercapai, selain itu bisa diartikan dikuatkannya diri sehingga terlindung dari hal-hal yang membahayakan, ungkap Pastor Vikep Sendawar ini.

Dalam kesempatan ini juga Pastor Sam menyampaikan pemahaman tentang makna upacara adat penerimaan para peserta yang telah berlangsung, kaitannya dengan konteks keagamaan, yakni, di geraja Katolik sendiri menghargai nilai-nilai budaya, salah satunya seperti upacara ritual yang sudah berlangsung, upacara tersebut bukanlah salah satu bentuk penyembahan berhala, melainkan ditujukan kepada yang Kuasa yaitu Allah.

“Maknanyapun sama, mereka mengarahkan kepada Sang Kuasa dalam konteks adat, dalam agama, kita memaknai Sang Kuasa itu tidak lain tidak bukan ialah Allah itu sendiri
memang butuh pemahaman yang benar dan jangan disalah artikan”. Jelas Pastor Sam.

Leave a Reply