2037 Peserta Ikuti Opening Ceremony Jambore Sekami Kasri 2019

Pekik suara yel-yel bersahut-sahutan ditengah panas yang cukup terik, dengan mengunakan pakaian adat dari berbagai macam suku, mereka bergegas berkumpul di halaman pastoran Katolik Center untuk devile menuju halaman depan Gereja Katolik Santo Thomas Aquinas untuk dilakukannya Opening Ceremony Jambore Sekami Kasri, Selasa (25/06/2019)

2037 peserta turut memeriahkan acara ini, jumlah tersebut belum termasuk para Pastor Paroki dan Pastor pendamping dari tiap utusan per-Paroki, acara Opening Ceremony diawali dengan doa oleh RD. Sam Anyeq, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya,Hymne Sekami dan Tarian Kolosal oleh anak-anak Sekami Paroki Kristus Raja Barong Tongkok. Tarian Kolosal sendiri menggambarkan perjalanan misi Gereja Katolik di Kalimantan Timur. Yang di awali dengan misi di Desa Laham kabupaten Mahulu, kemudian menyebar ke daerah hilir selanjutnya merambah ke suku-suku Dayak lainnya.

Acara Ceremony dibuka secara simbolis dengan pumukulan Gong oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, Drs. Yacob Tullur, MM diikuti pelepasan Balon ke Udara berjumlah 176 yang melambangkan ulang tahun Sekami bersama Direktur Puspas Kasri. RD.Moses Komela Avan, Pastor Vikep Sendawar RD.Tadeus Sam Anyeq dan Ibu Lusia Mayo Thomas. Dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati oleh Ketua KKI Kasri Sr. Nella MASF. bersama Bimas Katolik Kaltim Bapak Longginus.
Setelah itu Para peserta bergiliran meneriakan yel-yel mereka sambil berarak masuk menuju gereja Santo Thomas Aquinas untuk mengikuti Misa pembukaan Jambore Sekami Kasri 2019.

Misa Pembukaan dimulai sekitar pukul 17.00 Wita dipimpin oleh RD. Moses Komela Avan dan Konselebran seluruh Pastor yang hadir dari tiap Paroki. Sesuai dengan tema yang diusung yakni “Sukacita Injil Dalam keberagaman Budaya Kalimantan Timur” yang kaitannya dengan bacaan pertama mengenai Abram dengan Lot dan janji Tuhan kepada Abram, Dalam Homilinya Pastor Moses menyampaikan, kita diajak seperti Abram, memandang seluruh Kalimantan Timur wilayah Keuskupan kita seperti padang kehidupan yang memanggil kita, ditengah banyak budaya yang ada. Seperti yang terlihat pada para peserta, mereka mengenakan pakaian adat yang berbeda-beda dari bermacam-macam suku, dan sekarang kita menjadi percaya bahwa janji Allah itu terpenuhi, yakni tidak terhitung keturunannya orang yang percaya kepada janji Allah, dan para remaja Misioner adalah orang yang mau membawa janji Allah itu kepada orang lain.Terutama kepada mereka yang sangat menderita.

Mari sobat-sobat Misioner membawa kasih kepada sesama, children helping children, membangun dan mengembangkan gerakan doa, derma, korban, dan kesaksian (2D2K). Salam Misioner.

Leave a Reply