Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Oleh: RD. Moses KOMELA

 

Cikal bakal dan makna Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.
Pesta Tubuh dan Darah Kristus bermula dari praktek di Keuskupan Liege, Belgia yang merayakan Pesta Tubuh Kristus secara rutin sejak tahun 1246. Paus Urbanus IV kemudian memperluas perayaan pesta Tubuh Kristus ini di dalam gereja secara universal. Demikian pesta Tubuh Kristus ini berkembang dan menjadi praktek perayaan iman di dalam Gereja Katolik.

Setelah Vatikan II Pesta Tubuh Kristus digabungkan dengan Pesta Darah Kristus Yang Mulia (biasanya dirayakan pada tannggal 1 Juli) menjadi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus seperti sekarang ini. Konsili Trento (1545 – 1563) memaklumkan bahwa penghormatan kepada Tuhan kita Yesus Kristus secara publik di dalam Ekaristi hendaknya dilakukan sedemikian rupa sehingga iman umat Katolik akan Ekaristi Maha Kudus ditarik kepada Ekaristi dan diteguhkan di dalam iman kepercayaan akan keilahian Tuhan Yesus Kristus yang hadir dalam Sakreman agung ini. “Gereja Katolik mengajarkan bahwa dalam Ekaristi, Tubuh dan Darah dari Dia yang sungguh Allah sungguh manusia itu benar-benar, sunguh nyata, secara hakiki bersama-sama secara tidak terpisahkan dengan dan keilahianNya karena transubstansi (perubahan hakekat) roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Hal ini terjadi dalam kurban tidak berdarah, yakni Ekaristi. “The Catholic Church teaches that in the Eucharist, the Body and Blood of the God-man are really, truly, substantially, and abidingly present together with his soul and divinity by reason of the Transubstantiation of the bread and wine into the Body and Blood of Christ.  This takes place in theunbloody sacrifice of the Mass” (Council of Trent, 1551; CCC # 1374, note 200)

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ditetapkan di dalam liturgi Gereja dengan 3 tujuan yang bermanfaat untuk meneguhkan dan menyuburkan penghayatan ajaran iman Gereja, yakni 1) umat Allah secara bersama-sama dalam persekutuan bersyukur dan menghormati kehadiran Kristus yang hidup di dalam diri umat Allah di dalam Ekaristi; 2) mengajarkan kepada seluruh umat Allah tentang misteri, iman dan devosi akan Ekaristi Maha Kudus; dan 3) mengajarkan kepada seluruh Umat Allah untuk menghargai dan menikmati anugrah agung Ekaristi Maha Kudus sebagai sakramen dan kurban.

Dasar Biblis.
Iman Gereja akan kehadiran Yesus Kristus Tuhan di dalam Ekaristi Mahakudus bersumber dari penafsiran atas kata-kata Kristus Tuhan yang menjanjikan untuk memberikan Tubuh dan Darahnya untuk menjadi makanan dan minuman rohani sebagaimana terdapat dalam Injil Yohanes (Yoh. 6) dan pemenuhan janji ini pada Perjamuan Malam Terakhir (Mt 26; Mk 14; Lk 22; 1 Cor 11).  Para Teolog Ekaristi menjelaskan bahwa kehadiran nyata Yesus Kristus Tuhan ini terjadi melalui transubstansi, yakni seluruhnya substansi roti dan anggur berubah menjadi seluruhnya Tubuh dan Darah Kristus yang bangkit mulia. Demikianlah dengan memberikan Tubuh dan DarahNya untuk kita, Yesus Kristus Tuhan kita yang hidup mengungkapkan cintaNya yang abadi kepada kita.

Catatan khusus.
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dirayakan dengan tema yang berbeda dalam setiap lingkaran tahun liturgi. Lingkaran Tahun Liturgi A mengambil tema tentang Ekaristi sebagai makan dan minuman  rohani; dalam lingkaran tahu liturgi B temanya menekankan Ekaristi sebagai tanda perjanjian (sign of Covenant); dan dalam lingkaran tahun liturgi C tema berfokus pada imamat Yesus Kristus.

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus adalah satu dari sedikit Hari di mana perayaan dapat di laksanakan dengan melakukan perarakan dan menyanyikan sequensa

Leave a Reply