Retret Rohaniwan-Rohaniwati Karya Pastoral Keuskupan Agung Samarinda

Retret memiliki beberapa makna yang berkaitan, yang pada umumnya berupa gagasan untuk sementara waktu menjauhkan diri sendiri dari lingkungan kesehariannya. 

Retret dapat berarti sebuah periode pengalaman menyendiri ataupun pengalaman mengasingkan diri bersama dengan sebuah kelompok/komunitas, karya pastoral Keuskupan Agung Samarinda. Retret ini berlangsung di rumah retret Bukit Rahmat Putak. Sekitar 90 Peserta hadir dalam retret tersebut, Diikuti oleh para tenaga pastoral Keuskupan Agung Samarinda, Imam, Bruder, Suster dan Frater, Retret berlangsung dari hari Senin-Jumat, tanggal 10-14 Juni, 2019. Selama beberapa hari itu, retret didampingi oleh RP. A Margo Murwanto MSF.

Retret Imam dan Rohaniwan/i dibuka dengan misa pembuka pada pukul 18.00 wita, Vikjen RD. Moses Komela Avan dalam homilinya, menitikberatkan pada bunda Maria dengan beberapa poin Bunda Maria Bunda Gereja. Gereja menimba iman Bunda Maria; Bunda Maria hawa baru, Bunda Maria membuka sejerah keselamatan, liturgi, Bunda Maria diberikan Yesus ke pada MuridNya.

Pada hari ke 2-4 (Selasa-Kamis), jadwal berlangsungnya retret pada pukul 06.00 wita, ibadat pagi dilanjutkan dengan meditasi. Pada pukul 07.00 wita sarapan. Materi pada pukul 08.00 wita; pada pukul 12.00 wita ibadat siang. Makan siang pada pukul 12.30 wita. Materi kembali pada pukul 16.00 wita. Dan misa sekaligus ibadat sore, pada pukul 18.00 wita. Pada pukul 19.00 wita, makan malam. Setelah itu, funta dan dilanjutkan dengan Compelenterium pada pukul 20.00 wita. Dalam menyampaikan materi, pembimbing menggunakan metode renungan dan konfrensi atas sebuah teks kitab suci. Yang mengarahkan para peserta masuk dalam pemerenungan pribadi. Hasil pemerenungan disharingkan dalam kelompok masing.

Dalam menyampaikan tema “Sabda yang Menghidupkan” pembimbing selalu bertitik tolak dari teks Kitab Suci yang selalu dikaitkan dengan pengalaman dari Santo-santa, serta pengalaman pembimbing sendiri ketika mendampingi retret pada kesempatan lainnya. Yang dipoles dengan canda tawa atau guyonan membuat suasana retret sangat menarik.

Pada hari ke 5 (Jumat) pada pukul 08.00 wita rekonsiliasi (tobat) yang didahului dengan ibadat yang dipimpin oleh RD. Antonius Tesen Kelen. Setelah ibadat para peserta retret melanjutkan dengan pengakuan pribadi. Pada pukul 10.30 wita, sharing kelompok yang mensheringkan “program hidup”. Hasil dari sharing itu dirumuskan melalui tanda, nyanyian, puisi serta lagu yang ditampilkan pada saat ibadat siang; setelah itu dilanjutkan makan siang.

Retret ditutup dengan misa di Katedral Santa Maria Penolong Senantiasa, pada pukul 18.30 wita. Dalam misa tersebut para peserta memperbaharui bersama komitmen karya pastoral Keuskupan Agung Samarinda. Setelah perayaan Ekaristi para peserta retret, foto bersama dan santap malam bersama.