Misa Penutupan Bulan Maria di Gua Maria Satuan Pemukiman (SP1)

Gereja Katolik memiliki tradisi yang istimewa yakni mendedikasikan bulan-bulan tertentu untuk suatu Devosi. Ini pun juga terjadi pada Devosi kepada Bunda Maria. Bunda Maria mendapatkan perlakuan khusus dalam Gereja Katolik. Ada dua bulan dalam setahun yang didedikasikan khusus untuk Ibunda dari Tuhan Yesus ini. Bulan Mei disebut sebagai Bulan Maria dan Bulan Oktober sebagai Bulan Rosario.

Pada bulan Mei kesempatan yang amat baik bagi umat paroki Alleluia Tana Paser bersama untuk berdoa bersama dan melalui Bunda Maria. Banyak keluarga menjalankan Devosi Rosario selama bulan Maria ini, yang diadakan di setiap lingkungan-lingkungan bergiliran dari rumah ke rumah setiap malam. Pada tanggal 31 Mei, 2019 umat paroki Alleluia menutup Devosi kepada Bunda Maria, dengan merayakan Perayaan Ekaristi.

Perayaan di adakan di Satuan Pemukiman (SP 1). Sebelum perayaan Ekaristi, diadakan Doa Rosario, pada pukul 15.00 wita. Pada pukul, 15.30 wita, perayaan Ekaristi dimulai. Pegutas liturgi, koor dari lingkungan Theresia, Lektor/tris dan Misdinar dari Paroki. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh pastor paroki RD Yohanes Yandri. Dalam homilinya, “Berdoa bersama dan melalui Bunda Maria merupakan bentuk kepedulian umat untuk menghormati Bunda Maria sebagai teladan pribadi yang beriman kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan tidak gentar menghadapi penderitaan”.

Umat yang hadir sangat banyak jika dibandingkan dengan penutupan tahun sebelumnya, terungkap dari ketua Dewan Pastoral Paroki, Damianus Sitohang “Luar Biasa, Umat kita yg Hadir.. Tuhan Yesus Kristus Memberkati, Bunda Maria Mendoakan. Amin”. Setelah Perayaan Ekaristi umat yang hadir menikmati santapan yang disiapkan. Dan santapan itu, dibawakan dari setiap masing-masing lingkungan dan stasi-stasi yang hadir. Umat saling berbagi dan merasakan walaupun hanya sedikit dan mencicip, tetapi terjadi suasana persaudaraan dan kekeluargaan yang terikat dalam suasana kasih.

Leave a Reply