Tetap Waras ditengah Medsos Yang Buas

Ungkapan tersebut dipaparkan oleh Drs. Errol Jonathans di akhir sesinya dalam workshop literasi media. Bertempat di Gedung Tammuan Mali, Makale Tana Toraja, Sabtu (01/06/2019)

Sekitar 266 OMK turut serta dalam workshop tersebut, hadir sebagai narasumber. Prof. Eko Indrajit, Bpk. Wisnu Hardana, Ibu Puspitasari, Kevin Sanly Putra dan Drs. Errol Jonathans.

Literasi Media,
berarti kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Minimnya pemahaman tentang literasi media tersebut menjadi salah satu pendorong dampak negatif bagi pengguna internet seprti hoax, pelanggaran privasi, cyberbullying, konten kekerasan, menebar kebencian dan konten negatif lainnya. Masyarakat digital harus paham karekter setiap media, peka dan memiliki pemahaman yang baik terhadap pemberitaan.

Dalam wawancaranya bersama tim Komsos, Drs. Errol menyampaikan, para penggiat Komsos hendaknya jangan melupakan kekuatan
media mainstream seperti media cetak, radio dan tv, karena dengan perkembangan teknologi dunia yang demikian pesat, media mainstream masih dianggap sebagai validator informasi hoax dan fake news.

“Ada Undang-undang yang harus mereka patuhi jika ingin terus beroperasi” tegasnya

Media mainstream menjadi rujukan untuk melihat apakah berita tersebut benar atau bohong, jangan serta merta kita terpukau dengan kecanggihan teknologi, tetapi dengan media komunikasi saat ini yang berbasis pada digital, kita bisa memanfaatkannya untuk menutupi kelemahan-kelemahan media mainstream terutama dalam hal distribusi dan penyebaran informasi.

“Tugas para penggiat Komsos saat ini menurut saya cukup berat, karena Komsos sebagai public relation dari Gereja Katolik” ungkapnya

Yang terpenting adalah strategi komunikasi, baik informasi dari atas ke umat atau dari umat ke atas, sehingga dengan demikian Komsos mampu memperlihatkan bagaimana mereka sangat mendominasi aktivitas komunikasi dan informasi terutama untuk generasi yang akan datang.

Drs. Errol mengatakan
“Generasi Milenial ini sudah hampir lewat, tetapi kita akan menghadapi generasi Z, setelah itu generasi Alfa dan seterusnya”

para penggiat Komsos hendaknya mengerti bagaimana strategi tentang penguasan media, baik media terdahulu maupun media yang akan datang.

Leave a Reply