Turne Paskah menuju Stasi Santo Yohanes Toyu

Stasi Santo Yohanes Toyu.Terletak di Desa Muara Toyu kecamatan Long Kali Kabupaten Paser, Desa ini terletak di tengah-tengah perkebunan kelapa sawit. Lokasinya yang ‘terperangkap’ tersebut membuat akses keluar masuk ke desa ini cukup sulit.

waktu tempuh untuk sampai ke Stasi tersebut bisa memakan waktu hingga 4 jam lebih dari pusat paroki Alleluia Tana Paser, biasanya para Pastor mengantisipasi jauhnya perjalanan dengan cara bermalam di Asrama Ave Maria Long Ikis untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Perjalanan dari Long Ikis ke Stasi Santo Yohanes Toyu bisa memakan waktu 3 jam lebih, berangkat menggunakan motor pada hari Kamis 16 Mei 2019, pukul 13.00 Wita, saat saya dalam perjalanan, tiba-tiba hujan mengguyur, mau tidak mau mengenakan mantel agar bisa menerobos hujan, tak lama dalam perjalanan, saya berjumpa dengan umat yang membawa anak kecil, mereka berteduh dibawah pondok. Sesaat saya berhenti sejenak, menghampiri mereka, untuk menyapa dan memberikan semangat.

Akses jalan yang berlubang, tergenang lumpur dan air, seperti medan sawit pada umumnya, terlebih lagi saat cuaca sedang hujan, kondisi seperti ini sangat menyulitkan pengguna jalan yang melintasi rute tersebut.

Saat melanjutkan perjalanan kembali, saya berjumpa dengan seorang Ibu yang berteduh dibawah pepohonan sawit, saya pun menawarkan tumpangan motor untuk menuju Stasi yang akan dikunjungi, sesampainya di Stasi, terlihat hanya beberapa umat saja yang sudah tiba, mengingat hujan yang cukup deras dan akses jalan yang licin.

Bercerita bersama umat sambil bersenda-gurau sembari menunggu beberapa umat yang sedang dalam perjalanan.” Pakaian basah kuyup, bedak dan lipstik (Make-up ) tak berbekas, semoga semua kita tidak ada yang masuk angin” canda saya kepada Umat, mereka tersenyum dan tertawa.

Sambil menunggu umat yang hadir, diadakan Pengakuan Tobat terlebih dahulu, setelah itu sekitar pukul 17.00 Wita Perayaan Ekaristi dimulai. Liturgi yang digunakan masih Minggu Paskah ke 4, sedangkan yang bertugas sebagai Koor, Lektris dan Doa Umat ialah dari Kelompok Ibu-Ibu di Stasi tersebut, Homili kali ini yakni tentang Panggilan, “Kita dipanggil pada Kekudusan. Karena yang memanggil kita adalah Allah yang Kudus. Maka, baik sebagai Awam, Biarawan-Biarawati, Imam, kita bersama berusaha untuk mencapai Kekudusan tersebut”.

Puji Tuhan Perayaan Ekaristi yang dihadiri kurang lebih 80 orang termasuk anak-anak di Stasi Santo Yohanes Toyu ini boleh berjalan hikmat dan lancar, Situasi yang dialami baik dalam perjalanan hingga di Stasi membawa sukacita dan kegembiraan tersendiri, usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan santap malam bersama Umat. (*RD.Remanus)

Leave a Reply