Perayaan Misa Syukur atas Tahbisan Imam Baru dan Ulang Tahun Imamat Para Imam KASRI

Telah dilangsungkan Perayaan Misa Syukur atas Tahbisan kedua Imam baru yakni, RD. Sirilus Hendri Santoso dan RD. Ovtavianus Bruno Mithe, pada Perayaan Ekaristi ini juga sekaligus merayakan Misa Syukur ulang tahun Imamat para Imam KASRI, yakni RD. Silvanus Imamat ke 11 tahun, RD. Anton Nius Stesen Kelen Imamat yang ke 5 tahun, RD. Jonas Pablea, RD. Puput Anis dan RD. Klaudius Sani Sapo Imamat ke 2 tahun, RD. Thomas Toang Imamat ke 1 tahun dan RD. Fabianus Lana dan RD. Agustinus Dera yang tidak bisa turut hadir pada perayaan Ekaristi ini juga merayakan Imamat yang ke 1 tahun, perayaan Misa Syukur bertempat di Kapel Seminari Menengah Santo Yohanes Don Bosco Samarinda, Kamis (10/5/2019)

Dimulai pada pukul 18.00 Wita, sebagai Selebran utama RD. Sirilus Hendri Santoso, sebagai Konselebran RD Oktavianus Bruno Mithe dan RD. Silvanus serta diikuti oleh para Pastor yang merayakan syukuran atas Imamat,
petugas Liturgi pada Perayaan Misa Syukur ini oleh para Seminaris St. Yohannes Don Bosco: Koor, Misdinar dan Lektor, turut hadir pula pada Perayaan Misa Syukur ini, umat yang terdiri dari anggota Arisan dan para Donatur Seminari, juga para suster MASF dan Suster FSE.

RD. Barce pada Homilinya, menitik beratkan pada ‘Syukur’ dengan beberapa alasan untuk bersyukur, pertama, kuasa Imamat, hanya pastor bisa merubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Atas kuasa Imamat, yang dianugerahkan oleh Tuhan Yesus, kepada Gereja, terkhusus para Pastor. Kedua, konteks Seminaris proses pembinaan yang sangat lama bisa 10an tahun lebih, disinilah dituntut kesetian dan cinta, dalam menjalani dan mengolah panggilan tersebut, serta selalu memurnikan panggilan dalam menemukan rencana Tuhan, dan sampai akhirnya menjawab dengan kehendak bebas.

Jawaban itu, hanya bisa ditemukan dan diputuskan dalam hubungan yang ‘mesra’ bersama Tuhan yang memanggil. Hubungan itu bisa ditemukan dan dialami dalam dan bersama Tuhan, melalui doa, bacaan rohani, refleksi, perayaan Sakremental, yang dilalui dengan kesetian dan cinta.

Setelah Perayaan Syukur, dilanjutkan pengumuman dan sambutan: pengumuman disampaikan oleh Rektor seminari, RD Donatus. Sedangkan sambutan dibawa dalam bentuk sharing: pertama RD Silvanus, menyampaikan proses perjalanan Imamat ke 11, dimulai dari Paroki dan pindah ke Paroki yang lain, studi, dan saat ini tugas di Seminaris, dijalani dengan kesetian dan cinta, serta ketaatan. RD Anton Nius Tesen Kelen, menceritakan pengalaman perjalanan Imamat ke 5 tahun dari Pastor rekan, di beberapa paroki hingga saat ini menjadi Pastor Paroki, dijalani dengan sukacita dan penuh rasa syukur serta ketaatan. RD Kladius Sani Sapo, menyampaikan tentang memaknai angka 2, Imamat ke 2 belajar dari pengalaman perjalanan ke 2 murid yang menuju Emaus, para murid diutus berdua-dua. Imamat ke 2 ini adalah proses untuk selalu belajar dan mendengarkan. Dan RD Thomas Toang, pada Perayaan Syukur Imamat ke 1 ini, menyampaikan masih perlunya bimbingan dan arahan dari rekan-rekan Imam yang telah lebih dahulu menjalani Imamat dengan berbagai pengalaman baik suka maupun duka. Usai Sambutan dan Sharing acara dilanjutkan dengan santap malam bersama.

Leave a Reply