Proficiat Imam Baru: Pastor Sirilus Hendri Santoso dan Pastor Oktavianus Bruno Mithe

Senin, 06 Mei 2019, Di Gereja Katolik St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, Kutai Timur Keuskupan Agung Samarinda, suara musik sahut-menyahut diikuti gerak tubuh,Tari-tarian menghiasi acara penyambutan Imam baru, terlihat ditengah keramaian umat sosok Diakon Sirilus Hendri Santoso dan Diakon Oktavianus Bruno Mithe serta didampingi oleh Mgr. Yustinus Harjosusanto.MSF, mereka disambut dengan tarian Dayak

Penyambutan ke dua Imam baru bersama Uskup Agung Samarinda

Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, adalah desa yang didiami oleh masyarakat dayak dari suku Dayak Wehea.
Perjalanan darat Samarinda menuju Nehas Liah Bing bisa memakan waktu 8-10 jam waktu tempuh untuk tiba di Desa tersebut, terlebih lagi untuk Paroki-paroki yang berasal dari daerah Kabupaten Mahakam ulu, secara khusus rombongan Paroki Santo Yosef Ujoh Bilang dan Santa Maria Long Hubung, dimana Paroki tersebut adalah tempat ke kedua Imam baru menjalani masa Diakonat. jauhnya perjalanan tersebut tidak menyurutkan sukacita dan antusias umat dan para Pastor untuk menghadiri acara Pentahbisan Suci ini.

Selasa 07 Mei 2019
Parayaan Ekaristi Tahbisan Suci dimulai pada pukul, 09.00 wita pada Perayaan ini Selebran utama oleh Yang Mulia Uskup Agung Yustinus Harjosusanto, MSF, sedangkan Konselebran oleh ketua Unio Diosesan Keuskupan Agung Samarinda, RD Willfridus dan Pastor Paroki Nias Liah RP Andi SVD, para petugas liturgi koor umat dari Paroki yang berasal dari gabungan Stasi-stasi, dan sebagai ahli Liturgi Caeremoniarius (Pemandu Ibadat) oleh RD Herybertus Hibau.

Perayaan Liturgi Tahbisan Imam, dibagi dalam beberapa persiapan: para petugas Bapa Uskup, para Imam dan petugas liturgi berkumpul sampai pembacaan Curriculum Vitae dari masing – masing Diakon yang akan ditahbiskan kemudian Ritus Pembuka; Liturgi Sabda; Liturgi Tahbisan: pemanggilan calon, penyerahan calon, penerimaan calon.

Perayaan Ekaristi Tahbisan Imam

Dalam homilinya Bapa Uskup memulai dengan menjelaskan dari proses mencintai; yang harus sampai pada mencintai kebijaksanaan; dalam mencintai Bapa Uskup mengatakan “BBM, beberbela rasa, berkorban dan Memberikan diri”.
Dilanjutkan dengan, janji setia menerima tugas Imamat, Litani para Kudus, penumpangan tangan, doa Tahbisan, pengenaan Stola Imam dan penyerahan Kasuka, pengurapan tangan, penyerahan peralatan dan bahan persembahan Liturgi Ekaristi serta Ritus Penutup dilanjutkan
Sambutan dan beberapa pengumuman, usai
sambutan, Imam baru langsung memberikan berkat perdana pada perayaan Tahbisan Suci ini

Syukur dan selamat atas Tahbisan Imamat
Pastor Oktavianus Bruno Mithe (Pastor Barce mendapat tugas pelayanan di Paroki St. Petrus Ujoh Bilang) dan
Pastor Sirilus Hendri Santoso (Pastor Hendri mendapat tugas pelayanan di Paroki St. Maria Long Hubung). Selamat Berkarya di Keuskupan Agung Samarinda.

Leave a Reply