Mengenal Lebih Dekat: Pastor Sirilus Hendri Santoso

Pastor Sirilus Hendri Santoso adalah anak keempat dari enam bersaudara, dari pasangan bapak Lasalius dan Ibu Rupina Mantan, lahir di Eheng pada tanggal 2 Maret 1989. Adapun jenjang pendidikan yang ditempuhnya:

  • 1995-2001 : SDN 002 Perigiq
  • 2002-2005 : SMPN 17 Sendawar Tanjung Isuy
  • 2005-2008 : Seminari Don Bosco serta SMAK WR. Soepratman Samarinda.
  • 2008-2009 : KPA Seminari Don Bosco serta mengikuti kursus di STKPK Bina Insan.
  • 2009-2010  : Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Beato Geovanni Lawang.
  • 2010-2014   : Seminari Tinggi Inter Deocesan Beato Geovanni Malang sekaligus Kuliah Program  Strata 1 di STF Widya Sasana Malang.
  • 2014   : Dilantik menjadi Lektor Akolit oleh Administrator Diosesan RD. Yan Ola Keda di Gereja Kapel Seminari Don Bosco Samarinda.
  • 2014-2015 : Tahun Orientasi Pastoral di Paroki St. petrus Ujoh Bilang, dengan Pembimbing RD. Ding Djenau.
  • 2015-2017. : Seminari Tinggi Antonino Ventimiglia serta mengikuti Program Strata II di Sekolah Tinggi Teologi Pastor Bonus Pontianak.
  • 2017-2018. : Masa Persiapan Diakonat di Paroki Hati Kudus Yesus Laham.
  • 24 Oktober 2018 : Menerima Tahbisan Diakonat oleh MGR. Yustinus Harjo Susanto,MSF di Seminari Menengah St. Yohanes Don Bosco Samarinda.
  • 25 Oktober 2018-25 April 2019 : Menjalani Masa Diakonat di Paroki St. Petrus Ujoh Bilang.
  • 07 Mei 2019 Menerima Tahbisan Imam Oleh Mgr. Yustinus Harjosusanto.MSF di Gereja Katolik St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing, Kutai Timur

Keluarga
Saya berasal dari keluarga katolik yang biasa-biasa saja. Keluarga bukan tokoh umat atau pengurus Gereja. Bahkan dalam kegiatan menggereja pun tidak terlalu aktif.

Tetapi saya bersyukur meskipun dari keluarga seperti ini dalam diri saya tumbuh panggilan menjadi pengikut Yesus, yakni menjadi imamnya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memilih tidak memandang latar belakangnya.

Tetapi ketika Tuhan sudah menetapkan siapapun yg dipilihnya maka ia akan melengkapi orang pilihannya itu dengan segala berkat dan karunia yang diperlukan untuk tugas pelayanannya. Maka siapa pun yang dipilih harus tetap rendah hati dan senantiasa bersyukur.

Awal Mula Ketertarikan Menjadi Pastor.
Ketika masih SD dulu memang bercita- cita ingin menjadi Pastor tetapi belum jelas motivasi apa yang mendorong. Pokoknya hanya ingin menjadi Pastor saja. Tetapi rupanya jalan menuju yang saya cita-citakan terbuka pelan-pelan dan saya menapakinya dengan segala keterbatasan saya dan akhirnya sampai pada tujuan tersebut.

Bagi OMK dan Orang Tua
Pesan bagi orang muda katolik. Jika memang ada niat ingin menjadi rohaniwan cobalah mencari sejuta alasan untuk membenarkan diri untuk memilih mengikuti panggilan itu. Sebab ada triliunan alasan untuk menolak dan mengabaikan bisikan Tuhan yang memanggilmu. Terakhir, pesan bagi orang tua.
Berusahalah mendukung anak-anak yang terlibat dalam kegiatan menggereja. Jika kemudian ada niat dari mereka untuk menjalani panggilan khusus maka dukunglah. Persembahan ter-Agung adalah menyerahkan anak yang dikasihi menjadi pelayan di altar Tuhan, seperti Yesus adalah putra tunggal Allah yang diserahkan pada kita menjadi Imam Agung yang tubuh dan darahNya dikorbankan bagi keselamatan kita.

Leave a Reply