Kemeriahan Peresmian dan Pemberkatan Gereja Katedral St.Maria Penolong Abadi Samarinda

Akhirnya saat yang dinanti-nantikan tiba, telah berlangsung Peresmian dan Pemberkatan Gereja Katedral St.Maria Penolong Abadi Samarinda. Peresmian yang dilangsungkan pada Selasa (30/04/2019) dan dilanjutkan Pemberkatan pada Rabu (01/05/2019) bertempat di Gereja Katedral St.Maria Penolong Abadi Jl.Jend Sudirman No.36 Samarinda

Peresmian

Duta besar Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Piero Pioppo untuk pertama kalinya tiba di Samarinda Kalimantan Timur bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Selasa (30/4/2019) disambut penuh sukacita oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor di bandara APT Pranoto Samarinda, dalam penyambutan ini turut hadir pula Uskup Agung Samarinda, Mgr Yustinus Harjosusanto MSF dan Pastor Paroki Katedral Samarinda, RD Moses Komela Avan,
Usai dari bandara rombongan menuju hotel Bumi Senyiur Samarinda untuk istirahat sejenak

Peresmian Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi ini dihadiri Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Nuncio Mgr Piero Pioppo, Gubernur Kaltim Isran Noor, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Dirjen Bimas Katolik Eusibius Binsasi, Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun, Wali kota Samarinda Syaharie Ja’ang, Bupati, Sekda Kabupaten Mahulu dan Kubar serta para perwakilan Uskup se-Indonesia.

Acara peresmian dimulai dengan perarakan tamu undangan dari gedung Korem menuju gereja Katedral St Maria Samarinda pada pukul 13.50 Wita, diiringi dengan para penari Dayak yang berasal dari Kabupaten Mahakam ulu dan Kutai Barat, perarakan menuju halaman depan gereja untuk prosesi pengguntingan pita terlebih dahulu sebelum para tamu undangan masuk kedalam gereja.

Turut hadir pula Prof. H. Awang Faroek Ishak Gubernur Kaltim periode 2008 – 2013, 2013 – 2018 pada acara peresmian, mengingat beliaulah yang mendukung berdirinya Gereja Katedral yang baru ini, Awang Faroek Ishak membuka Groundbreaking pembangunan Gereja Katedral Samarinda pada Kamis 14 September 2017 silam. Pastor Moses dalam sambutannya mengatakan ” Bapak dulu sempat menyanyikan lagu Gereja tua pada pemancangan tiang pertama Katedral, dan Bapak berjanji akan menyanyikan lagu Gereja Katedral baru pada saat peresmian, dan hari ini adalah hari peresmian pak” ungkap Pastor Paroki Katedral St.Maria ini yang di sambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah para hadirin.

Gereja Katedral Samarinda lama dibangun sebagai Gereja Paroki Samarinda pada tahun 1953 yang kemudian dijadikan sebagai Gereja Katedral Samarinda pada saat Keuskupan dibentuk pada tanggal 3 Januari 1961, daya tampung gereja Katedral lama hanya bisa menampung 800 umat, saat perayaan hari besar umat terpaksa  meluber hingga badan jalan.

Dalam kesempatan ini Juga Gubernur Kaltim Isran Noor menyampaikan ” Bukan hanya khusus umat Katolik di Samarinda saja yang berbahagia atas bangunan gereja Katedral baru ini, tetapi seluruh masyarakat Kaltim juga turut berbahagia, Saya sangat bangga dengan masyarakat Kaltim yang menjunjung tinggi keberagaman dan keharmonisan umat beragama” ungkap Gubernur Kaltim dalam pidatonya, yang di sambut tepuk tangan meriah para hadirin dan tamu undangan.

Usai penyampaian kata sambutan acara dilanjutkan dengan pemukulan Gong, dilakukan oleh Bapak Ignasius Jonan tokoh Katolik Nasional bersama Gubernur Kaltim Isran Noor, di dampingi oleh Duta Besar Vatikan untuk Republik Indonesia Uskup Agung Piero Pioppo, Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto dan Pastor Paroki Katedral St. Maria “Penolong Abadi” Pastor Moses Komela Avan dan dilanjutkan dengan Penandatangannan Prasasti

Pemberkatan

Merupakan hari bersejarah bagi Gereja Keuskupan Agung Samarinda, Secara khusus umat Katolik Paroki Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda, telah berlangsung Pemberkatan Gereja Katedral St. Maria Penolong Abadi Samarinda pada Rabu ( 01/05/2019) pukul 09.00 Wita, yang Mulia Uskup Agung Piero Pioppo Nuntius Apostolik untuk Indonesia sebagai Selebran Utama pada Perayaan Ekaristi Pemberkatan ini, di dampingi oleh konselebran Yang Mulia Uskup Agung Yustinus Harjosusanto MSF, Uskup Keuskupan Agung Samarinda dan Yang Mulia Uskup Agung Agustinus Agus.

Serta dihadiri beberapa Uskup Provinsi Gerejawi Pontianak, Yang Mulia Uskup Pius Riana Prapdi Keuskupan Ketapang dan Yang Mulia Uskup Julius Giulio Mencuccini C.P. Uskup Keuskupan Sanggau. Provinsi Gerejawi Samarinda, Yang Mulia Uskup Paulinus Yan Olla MSF Keuskupan Tanjung Selor; Yang Mulia Uskup Aloysius Sutrisnaatmaka, MSF, Keuskupan Palangka Raya, Yang Mulai Uskup Petrus Boddeng Timang, Keuskupan Banjarmasin. Selain dari Provinsi Gerejawi Kalimantan hadir juga Yang Mulia Uskup Henricus Pidyarto Gunawan O. Carm., Keuskupan Malang; Yang Mulia Uskup Petrus Canisius Mandagi, M.S.C. Keuskupan Amboiona, Yang Mulia Uskup Antonius Subianto Bunjamin O.S.C, Keuskupan Bandung. Yang Mulia Uskup Paskalis Bruno Syukur, O.F.M Keuskupan Bogor dan Mgr. John Philipus Saklil, Keuskupan Timika. Serta para pastor Se-Keuskupan Agung Samarinda dan Pastor Komisi Kepemudaan Provinsi Gerejawi Kalimatan yang mengadakan kegiatan pertemuan di Samarinda. Sebagai ahlinya, liturgi Caeremoniarius, RD Silvanus yang utama; dan dibantu oleh RD Herybertus Hibau, dengan bantuan dan polesan mereka para petugas serta prosesnya keseluruhan liturgi berlangsung dengan hikmat dan lancar

Perayaan Pemberkatan diawali dengan upacara pembuka di depan Katedral yakni pemberkatan Patung Santa Perawan Maria Penolong Abadi, kemudian pemberkatan pintu Gereja Katedral dan membuka pintu utama Katedral di sambut dengan perarakan masuk yang meriah di iringi dengan tarian Dayak oleh para penari yang berasal dari 18 Penari dari Kabupaten Mahakam Ulu dan 12 Penari dari Kutai Barat, 228 paduan suara dengan musik instrument sapeq yang di mainkan langsung oleh pemusik Sapeq  dari kabupaten Mahakam Ulu berkolaborasi dengan pemusik dari Gereja Katedral Samarinda yang membuat perayaan ini semakin meriah.

Para penari ini mewakili beberapa sub suku Dayak yaitu, suku Dayak Oheng, Kenyah, Bahau, Benuaq dan Tunjung dengan penjelasan teologis akar kekatolikan Gereja Keuskupan Samarinda berakar dan bertumbuh dalam dan melalui suku-suku Dayak, dan untuk jelasnya di dalam gereja pun ada symbol dari ke 5 suku dayak tersebut.

Rangkaian upacara pemberkatan pada Perayaan Ekaristi Kudus ini antara lain: Pemberkatan air dan pemercikan seluruh bagian Gereja, pemberkatan Mimbar Sabda, pemberkatan dan pengurapan Altar dan Pilar-pilar dinding Gereja Katedral, penempatan Reliqui Orang Kudus dan pemberkatan Tabernakel Suci.

Dalam homilnya Nuntius menggaris bawahi ungkapan syukur atas Gereja yang sudah di Kuduskan. Yang akan menjadi symbol dan kekudusan umat Allah, untuk kita semua yang merayakan dan mengikuti serta bagi mereka yang juga mengharapkan dan dijanjikan untuk didoakan. Dan gereja ini akan mejadi milik semua orang karena melibatkan semua lapisan seluruh masyarakat, secara khusus umat katolik se-Keuskupan Agung Samarinda.

Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan acara ramah tamah dan penyampaian kata sambutan: RD Moses Komela Avan dalam sambutannya menyampaikan tentang latar belakang pembangunan Gereja Katederal, makna dan arti desain bangunan yaitu Gotik Kontemporer dan simbol-simbol yang menghiasi Gereja, serta ucapan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Gereja Katedral ini, baik pejabat pemerintah, panitia maupun umat katolik Se-Uskupan Agung Samarinda.
Kata Sambutan ke dua disampaikan oleh Yang Mulia Uskup Agung Samarinda Yustinus Harjosusanto, MSF, menambahkan ungkapan terima kasih terkhusus kepada para Uskup yang menghadiri dan ambil bagian, dan kepada pihak keamanan. Setelah sambutan, para Uskup berfoto bersama dilanjutkan perarakkan menuju gedung Korem untuk santap siang bersama.

Leave a Reply