Pernyataan Sikap KWI Terkait Peristiwa Serangan Bom di Sri Lanka

Seorang petugas keamanan berada di satu dari tiga gereja yang diguncang ledakan di Sri Lanka, (Foto: AFP/LAKRUWAN WANNIARACHCHI)

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Telah memberikan pernyataan sikap terkait peristiwa serangan bom di Sri Langka yang terjadi Pada hari Minggu, 21 April 2019, di Gereja St. Anthony di Kochchikade, Gereja St. Sebastian di Negombo dan Gereja Zion di Batticaloa dan tiga hotel yang terletak di pusat ibukota Kolombo, berikut naskah / dokumen pernyataan sikap KWI terkait peristiwa tersebut.

 

PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) Terkait Peristiwa Serangan Bom di Sri Lanka

Pada hari Minggu, 21 April 2019, telah terjadi serangan bom di Gereja St. Anthony di Kochchikade, Gereja St. Sebastian di Negombo dan Gereja Zion di Batticaloa dan tiga hotel yang terletak di pusat ibukota Kolombo pada waktu yang bersamaan.
Terhadap tragedi kemanusiaan tersebut, KWI dan umat Katolik di Indonesia menyampaikan hal- hal berikut :

  1. Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada para korban dan keluarga serta melambungkan doa bagi keselamatan jiwa yang meninggal dan bagi pemulihan mereka yang terluka.
  2. Kami mengecam dengan keras serangan bom bunuh diri tersebut yang merendahkan martabat manusia dan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Serangan yang terjadi saat umat Kristiani sedang beribadah untuk merayakan Paskah dan sebagian sedang menikmati kenyamanan di hotel telah menewaskan dan melukai banyak orang.
  3. Kami mengajak dengan sungguh semua pihak untuk mencari jalan damai dalam menyelesaikan konflik apapun. Kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah tetapi justru menimbulkan penderitaan dan akan melahirkan kekerasan baru. Kekerasan apapun bentuknya menjadi musuh kita bersama
  4. Kami mendukung penuh segala upaya yang dilakukan pemerintah Sri Lanka dalam menyelesaikan kasus bom bunuh diri tersebut di atas dengan baik dan benar serta tegas dan adil sesuai dengan hukum yang berlaku di Sri Lanka dan sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal.
  5. Kami berharap agar peristiwa duka di Sri Lanka itu tidak merusak hubungan antar umat beragama, antar etnis dan golongan yang selama ini sudah terjalin baik di negeri kita tercinta, Indonesia. Sembari berbela rasa dan bersimpati terhadap saudara-saudari kita di Sri Lanka, mari kita semakin merekatkan persaudaraan, memperkuat kerukunan, dan meneguhkan kebersamaan dalam berbagai perbedaan.

 

Jakarta, 22 April 2019

 

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin

Sekretaris Jendral KWI

Pernyataan KWI Terkait Peristiwa Bom di Sri Langka

Leave a Reply